HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PANGGA KECAMATAN KUWUS KABUPATEN MANGGARAI BARAT TAHUN 2026

Rahan, Yovita (2026) HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PANGGA KECAMATAN KUWUS KABUPATEN MANGGARAI BARAT TAHUN 2026. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (753kB)
[img] Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (154kB)
[img] Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB III KERANGKA KONSEP.pdf

Download (149kB)
[img] Text
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN.pdf

Download (385kB)
[img] Text
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (376kB)
[img] Text
BAB VI SIMPULAN DAN SARAN.pdf

Download (128kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (132kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)

Abstract

The Relationship Between Basic Sanitation and Stunting Incidence in Pangga Village, Kuwus District, West Manggarai Regency, 2026 ABSTRACT tunting is a chronic nutritional problem characterized by a child’s height being shorter than the standard for their age due to long-term nutritional deficiencies. One of the factors contributing to stunting is environmental sanitation, which includes the quality of clean water and drinking water, ownership of healthy latrines, wastewater management, and household waste management. Poor sanitation conditions can increase the risk of infectious diseases that affect the growth and development of children under five. This study aimed to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting among children under five in Pangga Village, Kuwus District, the working area of Golowelu Public Health Center, West Manggarai Regency, in 2026. This study used an observational analytical design with a case-control approach. The sample consisted of 99 respondents, including 39 stunted children and 60 non-stunted children. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio (OR) with a 95% confidence level. The results showed that most stunted children had poor environmental sanitation, with 30 respondents (76.9%), while most non-stunted children had good environmental sanitation, with 36 respondents (60.0%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p<0.05), and the Odds Ratio value was 5.00 (95% CI: 2.02–12.35). This indicates a significant relationship between environmental sanitation and stunting incidence, where children living in households with poor sanitation had a 5 times higher risk of experiencing stunting compared to those living in households with good sanitation. Keywords : Environmental Sanitation, Stunting, toddlers. Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Pangga Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026 ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Salah satu faktor yang berperan terhadap kejadian stunting adalah sanitasi lingkungan yang meliputi kualitas air bersih dan air minum, kepemilikan jamban sehat, pengelolaan air limbah, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Pangga Kecamatan Kuwus Wilayah Kerja Puskesmas Golowelu Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel penelitian sebanyak 99 responden yang terdiri dari 39 balita stunting dan 60 balita non stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita stunting memiliki sanitasi lingkungan buruk sebanyak 30 responden (76,9%), sedangkan balita non stunting sebagian besar memiliki sanitasi lingkungan baik sebanyak 36 responden (60,0%). Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) dan nilai OR = 5,00 (95% CI: 2,02–12,35). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting, dimana balita dengan sanitasi lingkungan buruk memiliki risiko 5 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita dengan sanitasi lingkungan baik. Kata Kunci: Sanitasi lingkungan, stunting, balita.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Environmental Sanitation, Stunting, toddlers.
Uncontrolled Keywords: Sanitasi lingkungan, stunting, balita
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Prodi D4
Depositing User: Rahan Yovita
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:14
Last Modified: 16 Sep 2026 04:14
URI: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/23505

Actions (login required)

View Item View Item