Lawa, Maria Karolina (2026) HUBUNGAN USIA IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UMBU RARA MEHA WAINGAPU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Kebidanan 2026.
|
Text (Skripsi 2026)
HALAMAN SAMPUL SD DAFTAR LAMPIRAN (2).pdf Download (697kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
BAB I (2).pdf Download (122kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
BAB II (2).pdf Download (218kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
BAB III (2).pdf Download (108kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
BAB IV (2).pdf Download (156kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
BAB V (1).pdf Download (185kB) |
|
|
Text (Skrips[ 2026)
BAB VI (1).pdf Download (19kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf Download (94kB) |
|
|
Text (Skripsi 2026)
LAMPIRAN (3).pdf Download (3MB) |
Abstract
HUBUNGAN USIA IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UMBU RARA MEHA WAINGAPU ABSTRAK Kesehatan maternal merupakan salah satu indikator utama dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Tingginya angka kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional, terutama akibat perdarahan postpartum. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2023, terdapat sekitar 260.000 kematian ibu di dunia dengan rasio mortalitas maternal sebesar 197 per 100.000 kelahiran hidup, dimana 25–30% di antaranya disebabkan oleh perdarahan postpartum. Di Indonesia, jumlah kematian ibu pada tahun 2023 tercatat sebanyak 4.482 kasus dengan rasio mortalitas maternal sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup dan sekitar 23,5% disebabkan oleh perdarahan postpartum. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024 tercatat 125 kasus kematian ibu dengan rasio 316 per 100.000 kelahiran hidup dan 22,4% di antaranya akibat perdarahan. Di Kabupaten Sumba Timur, jumlah kematian ibu meningkat dari empat kasus pada tahun 2023 menjadi enam kasus pada tahun 2024 dan 11 kasus pada tahun 2025, dengan sebagian disebabkan oleh perdarahan postpartum. Di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu tahun 2025 tercatat 31 kasus perdarahan postpartum dari 1.023 persalinan dan satu kasus kematian ibu akibat perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia, termasuk di Indonesia. Faktor risiko yang berperan antara lain usia ibu dan paritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 46 ibu bersalin yang diambil menggunakan teknik systematic random sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27 orang berusia < 20 tahun atau > 35 tahun (58,7%), sebanyak 20 orang multipara (43,5%). Lebih dari 60% responden yang tidak mengalami perdarahan postpartum (28 orang). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum (p < 0,05). Deteksi dini dan pemantauan intensif pada ibu dengan usia dan paritas berisiko untuk mencegah terjadinya komplikasi perlu dilakukan secara terintegrasi. Kata kunci: usia ibu, paritas, perdarahan postpartum
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | usia ibu, paritas, perdarahan postpartum |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Prodi D4 |
| Depositing User: | RPL Bidan Poltekkes |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 00:59 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 00:59 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/20497 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

