HUBUNGANTINGKATOBESITASDENGANKEJADIAN PREEKLAMPSIABERATPADAIBUBERSALIN DI RSUDWANGAYAKOTADENPASAR PADATAHUN2024DAN2025

Fridayanti, Luh Eka (2026) HUBUNGANTINGKATOBESITASDENGANKEJADIAN PREEKLAMPSIABERATPADAIBUBERSALIN DI RSUDWANGAYAKOTADENPASAR PADATAHUN2024DAN2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Kebidanan 2025.

[img] Text
HALAMAN DEPAN (3).pdf

Download (380kB)
[img] Text
BAB I (2).pdf

Download (141kB)
[img] Text
BAB 2 (2).pdf

Download (161kB)
[img] Text
BAB 3 (2).pdf

Download (125kB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (179kB)
[img] Text
BAB 5 (2).pdf

Download (173kB)
[img] Text
BAB 6.pdf

Download (93kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA (4).pdf

Download (135kB)
[img] Text
LAMPIRAN (2).pdf

Download (1MB)

Abstract

Kejadian preeklampsia secara global di Indonsesia pada tahun 2026 mencapai sekitar 128.273 kasus (5,3%) dari seluruh kehamilan. Preeklampsia berat dapat membahayakan ibu dan janin. Faktor resiko terjadinya preeklampsia berat diantaranya molahidatidosa, kehamilan multifetus, gravida, usia ibu, usia kehamilan, pendidikan, riwayat hipertensi pada keluarga, adanya riwayat penyakit diabetes dan obesitas. Ibu bersalin dengan obesitas lebih berisiko mengalami preeklampsia dari pada ibu hamil dengan IMT normal atau kurus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat obesitas dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin di RSUD Wangaya Kota Denpasar pada tahun 2024 dan 2025. Penelitian ini termasuk penelitian rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik sampel purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan Chi Square. Jumlah sampel sebanyak 107 orang. Waktu pengambilan data dilakukan dari bulan Maret sampai April 2026. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu bersalin berusia 20-35 tahun (90,7%) dan sebagian besar multigravida (72%) serta mayoritas tidak gemeli sebanyak (99,1%). Tingkat obesitas pada ibu bersalin dengan mayoritas obesitas tingkat 2 sebanyak (61,7%) dan kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin sebanyak (58,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,008. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Wangaya Kota Denpasar pada tahun 2024 dan 2025. Kepada petugas kesehatan faskes tingkat pertama disarankan untuk membuat program yang bisa mengendalikan berat badan pada ibu hamil bersama Dinas Kesehatan. Kata Kunci : Obesitas, Preeklampsia Berat, Ibu Bersalin

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Obesitas, Preeklampsia Berat, Ibu Bersalin
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Jurusan Kebidanan > Prodi D4
Depositing User: Wulandari Erviana
Date Deposited: 10 Jun 2026 06:31
Last Modified: 10 Jun 2026 06:31
URI: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/20274

Actions (login required)

View Item View Item