GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI DESA LEBIH KABUPATEN GIANYAR

Nugraha, I Nyoman Pinantara Putra (2026) GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI DESA LEBIH KABUPATEN GIANYAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis.

[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Halaman Depan.pdf

Download (548kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB I Pendahuluan.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf

Download (247kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB III Kerangka Konsep..pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB IV Metode Penelitian.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf

Download (274kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Daftar Pustaka.pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Lampiran-lampiran.pdf

Download (982kB) | Preview

Abstract

DESCRIPTION OF HEMOGLOBIN LEVELS IN ADOLESCENT GIRLS IN LEBIH VILLAGE, GIANYAR REGENCY ABSTRACT Background: Anemia among adolescent girls remains a significant health issue due to increased iron requirements during growth and menstruation, necessitating hemoglobin (Hb) level testing to assess this condition. Objective: This study aims to determine the profile of hemoglobin levels in adolescent girls in Lebih Village, Gianyar Regency. Method: This is a descriptive quantitative study with 80 samples, selected using sampling techniques based on inclusion and exclusion criteria. Data were obtained through laboratory testing using the cyanmethemoglobin method and interviews regarding respondent characteristics, including age, body mass index (BMI), menstrual cycle, and compliance with iron tablet consumption. Results: The study showed that most adolescent girls had low hemoglobin levels, totaling 71 individuals (88.75%), while 4 individuals (5%) had normal levels, and 5 individuals (6.25%) had high levels. Based on characteristics, low hemoglobin levels were most frequently found in the late adolescence group (18-20 years), those with normal BMI, regular menstruation, and those who did not routinely consume iron tablets. Conclusion: This study concludes that there is still a high incidence of anemia among adolescent girls in Lebih Village, characterized by low hemoglobin levels. Therefore, there is a need to increase education, improve iron consumption patterns, and improve compliance with taking blood-boosting tablets (iron tablets) as a preventative measure against anemia. Keywords: hemoglobin, anemia, , IMT, menstruation, tablets. ix GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI DESA LEBIH KABUPATEN GIANYAR ABSTRAK Latar belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi, sehingga diperlukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mengetahui gambaran kondisi tersebut. Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada remaja putri di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Metode penelitian: adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang diambil menggunakan teknik sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan metode cyanmethemoglobin serta wawancara terkait karakteristik responden, meliputi usia, indeks massa tubuh (IMT), siklus menstruasi, dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Hasil penelitian : menunjukkan sebagian besar remaja putri memiliki kadar hemoglobin rendah sebanyak 71 orang (88,75%), kadar normal sebanyak 4 orang (5%), dan kadar tinggi sebanyak 5 orang (6,25%). Berdasarkan karakteristiknya, kadar hemoglobin rendah paling banyak ditemukan pada kelompok usia remaja akhir (18–20 tahun), IMT normal, siklus menstruasi teratur, serta pada responden yang tidak rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah masih tingginya kejadian anemia pada remaja putri di Desa Lebih yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, perbaikan pola konsumsi zat besi, serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet darah sebagai upaya pencegahan anemia. Kata kunci: hemoglobin, anemia, IMT, menstruasi, tablet

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: hemoglobin, anemia, , IMT, menstruation, tablets. hemoglobin, anemia, IMT, menstruasi, tablet
Subjects: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
A General Works > AC Collections. Series. Collected works

R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan > Prodi D3
Depositing User: Gema Botech
Date Deposited: 27 Aug 2026 05:29
Last Modified: 27 Aug 2026 05:29
URI: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/21067

Actions (login required)

View Item View Item