Agung Erry Basmajaya, I Gusti Arya (2026) ASUHAN KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH DENGAN TERAPI REMINISCENCE TERSTRUKTUR PADA PASIEN SKIZOFRENIA RUMAH SAKIT JIWA MANAH SHANTI MAHOTTAMA PROVINSI BALI. Pavlichenko, A. V, Kulygina, M.A. dan Kostyuk, G.P. (2020) “[Schizophrenia and other psychotic disorders in ICD-11 and SM-5: evolution of the concepts and current status].,” Zhurnal nevrologii i psikhiatrii imeni S.S. Korsakova, 120(6. Vyp. 2), hal. 5–12.
|
Text
Halaman depan.pdf Download (483kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I Pendahuluan.pdf Download (309kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf Download (487kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III Laporan Kasus Kelolaan Utama.pdf Download (487kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV Pembahasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (303kB) |
||
|
Text
BAB V Penutup.pdf Download (294kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (273kB) | Preview |
|
|
Text
Lampiran-lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Harga diri rendah kronis merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri, perasaan tidak berharga, malu, tidak percaya diri, serta ketidakmampuan mengenali kemampuan yang dimiliki. Jika tidak ditangani dengan baik, harga diri rendah dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan fungsi sosial pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah terapi reminiscence terstruktur yang membantu pasien mengingat kembali pengalaman positif dalam kehidupannya. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan harga diri rendah dengan terapi reminiscence terstruktur pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali Tahun 2026.Hasil pengkajian menunjukkan pasien merasa tidak berguna, malu, putus asa, dan tidak percaya diri. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah harga diri rendah kronis. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi promosi harga diri, manajemen perilaku, dan terapi reminiscence terstruktur. Implementasi dilakukan selama delapan kali pertemuan dengan membantu pasien mengingat pengalaman positif, mengenali kemampuan yang dimiliki, memberikan penguatan positif, serta melatih pasien berpikir positif terhadap dirinya sendiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan harga diri yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan mengenali kelebihan diri, meningkatnya kontak mata, serta berkurangnya verbalisasi negatif terhadap diri sendiri. Terapi reminiscence terstruktur terbukti efektif membantu meningkatkan harga diri pada pasien skizofrenia dengan harga diri rendah kronis. Kata kunci : harga diri rendah, reminiscence, skizofrenia.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Nurse |
| Depositing User: | keperawatan 4b |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 04:38 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 04:38 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/21958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

