Maria Monika P., Bungan (2026) GAMBARAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEWOLEBA KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2025. Diploma thesis, JURUSAN KEBIDANAN.
|
Text
Halaman Judul.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (409kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (454kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (329kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (366kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (378kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (453kB) |
|
|
Text
Lampiran, Turnitin, Bimbingan dan Surat Persetujuan.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Gambaran Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba Kabupaten Lembata Tahun 2025 ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan ibu dan anak yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik sosiodemografi dan obstetri ibu pada kasus bayi dengan BBLR di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba Kabupaten Lembata Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus bayi dengan BBLR yang tercatat selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel merupakan bayi dengan BBLR sehingga tidak dilakukan perbandingan dengan bayi berat lahir normal. Karakteristik sosiodemografi ibu didominasi oleh usia reproduksi sehat, tingkat pendidikan menengah, tidak bekerja, dan berasal dari wilayah pedesaan. Pada karakteristik obstetri, sebagian besar ibu merupakan multigravida, nulipara, melahirkan pada usia kehamilan aterm, mengalami komplikasi kehamilan, serta menjalani persalinan dengan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian BBLR pada penelitian ini hanya menggambarkan kasus BBLR tanpa kelompok pembanding, sehingga analisis difokuskan pada karakteristik ibu. Faktor obstetri, terutama komplikasi kehamilan dan tindakan persalinan, tampak lebih dominan pada kasus BBLR dibandingkan faktor sosiodemografi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa BBLR masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal care, deteksi dini komplikasi kehamilan, dan pemantauan kehamilan berisiko. Kata kunci: BBLR, sosiodemografi, obstetri, ibu hamil, RSUD Lewoleba.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BBLR, sosiodemografi, obstetri, ibu hamil, RSUD Lewoleba. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Prodi D4 |
| Depositing User: | RPL Bidan Poltekkes |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 05:29 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 05:29 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/23832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

