Yuliana Letisia Hurint, Yuliana (2026) GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 0-59 BULAN DI DESA LEWOINGU KECAMATAN TITEHENA KABUPATEN FLORES TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Other thesis, Jurusan Kebidanan.
|
Text
Halaman Depan Sampai Dengan Lampiran-01.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
BAB I PENDAHULUAN-02.pdf Download (472kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA-03.pdf Download (938kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III KERANGKA KONSEP-04.pdf Download (685kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV METODE PENELITIAN-05.pdf Download (625kB) | Preview |
|
|
Text
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN-06.pdf Restricted to Repository staff only Download (692kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB VI SIMPULAN DAN SARAN-07.pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA-08.pdf Download (735kB) | Preview |
|
|
Text
Lampiran-Lampiran-09.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Gambaran Faktor-Faktor Risiko Stunting Pada Anak Balita Usia 0–59 Bulan Di Desa Lewoingu Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kejadian stunting sebagai masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur masih memiliki prevalensi tertinggi sekitar 37%. Di Kabupaten Flores Timur, prevalensi stunting tahun 2023 tercatat sebesar 18,1%. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko stunting pada balita usia 0–59 bulan di Desa Lewoingu Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 balita. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting di Desa Lewoingu sebesar 25%. Faktor risiko yang paling dominan berkaitan dengan pola asupan nutrisi yang kurang, riwayat kehamilan dan persalinan, serta kondisi sanitasi lingkungan yang kurang sehat. Selain itu, masih ditemukan kejadian stunting pada ibu dengan tingkat pengetahuan baik, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pengasuhan anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko stunting lebih dipengaruhi oleh pola asupan nutrisi, riwayat kehamilan dan persalinan, serta sanitasi lingkungan. Upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada perbaikan pola makan balita, kesehatan ibu, dan sanitasi lingkungan. Kata kunci: stunting, balita, faktor resiko
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | stunting, balita, faktor resiko |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Prodi D4 |
| Depositing User: | Hurint Yuliana Letisia |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 01:13 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/22275 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

