ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU “KN” UMUR 28 TAHUN MULTIGRAVIDA DARI UMUR KEHAMILAN 20 MINGGU SAMPAI 42 HARI MASA NIFAS

Suastini, Ni Luh Putu (2025) ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU “KN” UMUR 28 TAHUN MULTIGRAVIDA DARI UMUR KEHAMILAN 20 MINGGU SAMPAI 42 HARI MASA NIFAS. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Kebidanan.

[img] Text
COVER - LAMPIRAN.pdf

Download (438kB)
[img] Text
bab 1.pdf

Download (96kB)
[img] Text
bab 2.pdf

Download (260kB)
[img] Text
bab 3.pdf

Download (182kB)
[img] Text
bab 4.pdf

Download (250kB)
[img] Text
bab 5.pdf

Download (98kB)
[img] Text
Daftar pustaka.pdf

Download (131kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (3MB)

Abstract

Asuhan kebidanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan disertai dengan asuhan komplementer diberikan dengan tujuan untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan serta mencegah komplikasi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi, sehingga turut berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Laporan studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan hasil asuhan kebidanan yang diterapkan pada ibu “KN” berusia 28 tahun, multigravida, mulai dari usia kehamilan 20 minggu hingga 42 hari masa nifas. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan dilaksanakan pada periode Oktober 2024 sampai April 2025 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tembuku II. Selama proses kehamilan, persalinan, dan masa nifas, kondisi ibu dan bayi berada dalam batas fisiologis. Asuhan komplementer yang diberikan meliputi prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung,pijat di sakrum untuk mengurangi nyeri saat bersalin, pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI, serta pijat bayi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ibu melahirkan secara spontan pervaginam tanpa komplikasi, dengan lama kala I selama 7 jam, kala II 20 menit, kala III 5 menit, dan kala IV dalam batas normal. Pelaksanaan asuhan nifas dilakukan sesuai standar pelayanan KF1 hingga KF4, sedangkan asuhan bayi mengikuti standar KN1 sampai KN3. Hasil menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan serta integrasi terapi komplementer mampu meningkatkan kenyamanan ibu, mendukung pemulihan pasca persalinan, dan menunjang tumbuh kembang bayi. Bidan diharapkan dapat terus menerapkan pelayanan berbasis continuity of care yang berlandaskan evidence-based practice serta mempertimbangkan budaya lokal dan pendekatan komplementer dalam setiap tahapan asuhan. Kata kunci: asuhan kebidanan, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, komplementer. Comprehensive and continuous midwifery care is provided with the aim of early detection of abnormalities and prevention of complications that may threaten the safety of both mother and baby, thereby contributing to the reduction of maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). This case study report aims to describe the implementation of midwifery care for Mrs. “KN,” a 28-year-old multigravida, from 20 weeks of gestation until 42 days postpartum. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and document reviews. The care was provided from October 2024 to April 2025 in the working area of UPTD Puskesmas Tembuku II. During pregnancy, childbirth, and the postpartum period, both the mother and baby remained within physiological limits. Complementary care provided included prenatal yoga to reduce back pain, back massege for labor pain relie oxytocin massage to facilitate breast milk production, and infant massage to support child growth and development. The mother gave birth vaginally without complications, with the first stage lasting 7 hours, the second stage 20 minutes, the third stage 5 minutes, and the fourth stage within normal limits. Postpartum care was conducted according to standard KF1 to KF4 services, while newborn care followed KN1 to KN3 standards. The results indicated that the application of comprehensive and continuous midwifery care, integrated with complementary therapies, improved maternal comfort, supported postpartum recovery, and promoted infant development. Midwives are expected to continue implementing continuity-of-care–based services grounded in evidence-based practice while considering local culture and complementary approaches in every stage of care. Keywords: midwifery care, pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, complementary therapy.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: asuhan kebidanan, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, komplementer. Keywords: midwifery care, pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, complementary therapy.
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Jurusan Kebidanan > Profesi Bidan
Depositing User: Somawardani soma
Date Deposited: 30 Dec 2025 00:20
Last Modified: 30 Dec 2025 00:20
URI: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/19067

Actions (login required)

View Item View Item