Peneban, Katarina Uba (2026) Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang PHBS dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Wulandoni Kabupaten Lembata Provinsi NTT Tahun 2026. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar.
This is the latest version of this item.
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (673kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I Pendahuluan.pdf Download (139kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf Download (73kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III Kerangka Konsep.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text
BAB IV Metode Penelitian.pdf Download (520kB) | Preview |
|
|
Text
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (214kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB VI Simpulan dan Saran.pdf Download (9kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (379kB) | Preview |
|
|
Text
LAMPIRAN (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR (PHBS) AND THE INCIDENCE OF ACUTE RESPIRATORY INFECTIONS (ARI) IN THE WORKING AREA OF UPTD WULANDONI COMMUNITY HEALTH CENTER, LEMBATA REGENCY EAST NUSA TENGGARA PROVINCE, 2026 ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) remains a major public health problem, especially in developing countries, and contributes significantly to high morbidity rates. The occurrence of ARI is influenced by various factors, including environmental conditions and individual behavior, particularly Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The level of public knowledge regarding PHBS plays an important role in preventing ARI. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about PHBS and the incidence of ARI among the community in the working area of UPTD Wulandoni Community Health Center, Lembata Regency. This study used a quantitative method with an observational analytic design and a cross-sectional approach. The population consisted of 2,745 individuals, with a sample of 96 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires to measure the level of PHBS knowledge and interviews to identify the incidence of ARI. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a good level of PHBS knowledge (40.6%), while ARI incidence was found in 58.3% of respondents. Statistical analysis indicated a significant relationship between PHBS knowledge and ARI incidence (p-value = 0.001) in this study population sample overall. Keywords: Knowledge, Clean and Healthy Living Behavior, ARI HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PHBS DENGAN KEJADIAN ISPA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS WULANDONI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NTT TAHUN 2026 ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan, khususnya di negara berkembang, dan berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi lingkungan dan perilaku individu, terutama Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang PHBS memiliki peran penting dalam upaya pencegahan ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang PHBS dengan kejadian ISPA pada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Wulandoni, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.745 orang, dengan sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan PHBS dan wawancara untuk mengetahui kejadian ISPA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan PHBS dalam kategori baik (40,6%). Kejadian ISPA ditemukan pada 58,3% responden. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan PHBS dengan kejadian ISPA (p-value = 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan PHBS dengan kejadian ISPA. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi kesehatan dan program promotif-preventif sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian ISPA. Kata kunci: Pengetahuan, PHBS, ISPA.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Knowledge, Clean and Healthy Living Behavior, ARI |
| Uncontrolled Keywords: | Pengetahuan, PHBS, ISPA |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Prodi D4 |
| Depositing User: | Adi Onik septari |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 02:44 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 02:44 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/23577 |
Available Versions of this Item
-
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang PHBS dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Wulandoni Kabupaten Lembata Provinsi NTT Tahun 2026. (deposited UNSPECIFIED)
- Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang PHBS dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Wulandoni Kabupaten Lembata Provinsi NTT Tahun 2026. (deposited 21 Sep 2026 02:44) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |

