Deviantari, Ni Wayan (2026) ASUHAN KEPERAWATAN PADA By. A DENGAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF AKIBAT BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG JEMPIRING RSUD BANGLI TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan 2026.
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Halaman Depan.pdf Download (540kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB I Pendahuluan .pdf Download (131kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf Download (207kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB III Hasil dan Pembahasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (367kB) | Request a copy |
||
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB IV Simpulan dan Saran.pdf Download (36kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Daftar Pustaka.pdf Download (151kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Lampiran lampiran .pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
NURSING CARE FOR By. A WITH INEFFECTIVE AIRWAY CLEARANCE DUE TO BRONCHOPNEUMONIA IN THE JEMPIRING ROOM, BANGLI REGIONAL HOSPITAL, IN 2026 ABSTRACT Bronchopneumonia is a respiratory infection that commonly occurs in infants and children. This condition causes inflammation of the bronchi and alveoli, leading to excessive secretion that may obstruct the airway. As a result, it can cause a nursing problem known as ineffective airway clearance, characterized by difficulty in expelling secretions and the presence of additional breath sounds. This case report aims to describe nursing care in managing ineffective airway clearance in an infant with bronchopneumonia. The method used is a descriptive approach with a case study design. The subject of this case is an infant, referred to as Baby A, who was diagnosed with bronchopneumonia and received treatment in a hospital. Data collection was conducted through interviews with the patient’s family, observation, physical examination, and review of medical documentation. The assessment results showed that the patient experienced cough, runny nose, and shortness of breath. Vital signs indicated a respiratory rate of 40 breaths per minute with a tachypneic breathing pattern, accompanied by additional breath sounds and thick sputum. Nursing interventions included airway management. After several days of nursing care, the patient’s condition improved with more regular breathing and reduced shortness of breath. Keywords: Bronchopneumonia, Airway, Secretion, Nursing ASUHAN KEPERAWATAN PADA By. A DENGAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF AKIBAT BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG JEMPIRING RSUD BANGLI TAHUN 2026 ABSTRAK Bronkopneumonia adalah salah satu infeksi saluran pernapasan bawah yang sering dialami anak dan dapat menimbulkan gangguan serius, khususnya pada bersihan jalan napas. Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada bronkus dan alveolus yang menyebabkan peningkatan produksi sekret sehingga dapat menghambat jalan napas. Kondisi ini sering menimbulkan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif yang ditandai dengan kesulitan mengeluarkan sekret dan adanya bunyi napas tambahan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada bayi dengan bronkopneumonia yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam laporan kasus ini adalah seorang bayi yaitu By. A yang didiagnosis bronkopneumonia dan menjalani perawatan di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan keluarga pasien, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami batuk, pilek, dan sesak napas. Pemeriksaan tanda vital menunjukkan frekuensi napas 40 kali per menit dengan pola napas takipnea, disertai bunyi napas tambahan berupa ronki kering serta sputum kental. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan. Intervensi keperawatan meliputi manajemen jalan napas. Disimpulkan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan efektif dalam membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien bronkopneumonia. Saran bagi perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kepada orang tua mengenai penanganan awal bronkopneumonia di rumah. Selain itu, orang tua diharapkan lebih waspada dalam memantau kondisi anak serta menjaga kebersihan lingkungan untuk membantu mencegah terjadinya bronkopneumonia. Kata kunci: Bronkopneumonia, Sekret, Keperawatan, Bayi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bronchopneumonia, Airway, Secretion, Nursing Bronkopneumonia, Sekret, Keperawatan, Bayi. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Prodi D3 |
| Depositing User: | Diana Cloris |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 06:54 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 06:54 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/22368 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

