Ngurah, I Gusti Ketut Gede and Lestari, Agus Sri (2026) ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF AKIBAT KANKER SERVIKS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKASADA I TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan 2026.
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Halaman Depan.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB I Pendahuluan.pdf Download (251kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf Download (991kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB III Hasil dan Pembahasan.pdf Download (833kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB IV Simpulan dan Saran.pdf Download (193kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Daftar Pustaka.pdf Download (240kB) | Preview |
|
|
Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Lampiran-lampiran.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
NURSING CARE FOR MRS. M WITH INEFFECTIVE HEALTH MANAGEMENT DUE TO CERVICAL CANCER IN THE WORKING AREA OF UPTD SUKASADA I PRIMARY HEALTH CENTER IN 2026 ABSTRACT Ineffective health management is the inability to integrate a care plan optimally, which in cervical cancer patients is influenced by lack of knowledge, anxiety, negative perceptions of treatment, and lack of support. This case report aimed to describe nursing care for Mrs. M in the working area of UPTD Puskesmas Sukasada I in 2026. Care was provided through four visits on 18–19 and 21–22 February 2026. The method was a case study using the nursing process, assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Assessment showed right lower abdominal pain radiating to the pelvis, anxiety, sleep disturbance, decreased appetite, lack of knowledge, difficulty undergoing treatment, referral refusal, and use of jackfruit leaf decoction for complaints. The nursing diagnosis was ineffective health management related to insufficient therapy information. Interventions included decision-making support, health education, family involvement, referral, and coping promotion, conducted 4 days, ±60 minutes per session. Coping promotion used lavender aromatherapy with deep breathing and music therapy for 10 minutes, and progressive muscle relaxation 15 minutes done 3 times. Evaluation showed improved health management: increased understanding, decreased anxiety, better sleep, increased appetite, and higher therapy adherence. Patient underwent referral 20 February 2026 and was advised to continue treatment and attend regular follow-up appointments as scheduled. Conclusion indicates interventions effectively improved patient health management. Keywords: Ineffective Health Management, Cervical Cancer ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIFAKIBAT KANKER SERVIKS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKASADA I TAHUN 2026 ABSTRAK Manajemen kesehatan tidak efektif adalah ketidakmampuan mengintegrasikan rencana perawatan secara optimal, pada pasien kanker serviks dipengaruhi oleh kurang pengetahuan, kecemasan, persepsi negatif pengobatan, dan kurangnya dukungan. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan pada Ny. M di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukasada I tahun 2026. Asuhan dilakukan selama empat kali kunjungan pada 18–19 Februari dan 21–22 Februari 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan nyeri perut kanan bawah menjalar ke panggul, kecemasan, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, kurang pengetahuan, kesulitan menjalani pengobatan, penolakan rujukan, serta penggunaan rebusan daun nangka untuk mengatasi keluhan. Diagnosis ditegakkan manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan kurang paparan informasi mengenai terapi. Intervensi meliputi dukungan pengambilan keputusan, edukasi kesehatan, pelibatan keluarga, rujukan dan promosi koping, dilakukan 4 hari selama ±60 menit tiap pertemuan. Promosi koping dilakukan melalui aromaterapi lavender dengan napas dalam dan terapi musik selama 10 menit, serta relaksasi otot progresif 15 menit sebanyak 3 kali. Evaluasi menunjukkan peningkatan manajemen kesehatan, ditandai pemahaman meningkat, kecemasan menurun, tidur membaik, nafsu makan meningkat, serta kepatuhan terapi meningkat. Pasien menjalani rujukan pada 20 Februari 2026 dan disarankan melanjutkan pengobatan dan kontrol rutin sesuai jadwal. Simpulan menunjukkan intervensi efektif meningkatkan manajemen kesehatan pasien. Kata kunci: Manajemen Kesehatan Tidak Efektif, Kanker Serviks
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ineffective Health Management, Cervical Cancer Manajemen Kesehatan Tidak Efektif, Kanker Serviks |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Prodi D3 |
| Depositing User: | Maharani Cantika |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 06:30 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 06:30 |
| URI: | http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/22341 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

