ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.S DENGAN INTOLERANSI AKTIVITAS AKIBAT GAGAL GINJAL KRONIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKEMAS DAWAN I (Laporan Kasus di Banjar Tengah, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Tahun 2026)

Putri, Ni Putu Sivany Devya Putri (2026) ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.S DENGAN INTOLERANSI AKTIVITAS AKIBAT GAGAL GINJAL KRONIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKEMAS DAWAN I (Laporan Kasus di Banjar Tengah, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Tahun 2026). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar 2026 Jurusan Keperawatan 2026.

[img] Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Halaman Depan..pdf

Download (565kB)
[img] Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB I.pdf

Download (132kB)
[img] Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB II.pdf

Download (401kB)
[img] Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (356kB)
[img] Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
BAB IV.pdf

Download (54kB)
[img] Text (karya Tulis Ilmiah 2026)
Daftar Pustaka.pdf

Download (128kB)
[img] Text (Karya Tulis Ilmiah 2026)
Lampiran..pdf

Download (737kB)

Abstract

NURSING CARE FOR PATIENT Mrs. S WITH ACTIVITY INTOLERANCE DUE TO CHRONIC KIDNEY FAILURE IN THE WORKING AREA OF UPTD DAWAN I PUBLIC HEALTH CENTER (A Case Report in Banjar Tengah, Dawan Klod Village, Dawan District, Klungkung Regency in 2026) ABSTRACT Activity intolerance occurs due to an imbalance between oxygen supply and demand, characterized by fatigue, weakness, and limitations in performing daily activities. This condition can reduce the patient’s quality of life and requires proper management through nursing care. The purpose of this case report is to describe nursing care for a patient with activity intolerance due to chronic kidney disease in the working area of UPTD Puskesmas Dawan I. The method used is a case study with a nursing process approach, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation over five days. The assessment results showed that the patient experienced weight loss, fatigue, weakness, and dizziness during activities. The nursing diagnosis was activity intolerance related to an imbalance between oxygen supply and demand. Interventions included energy management, gradual activity therapy, and education on activity and rest management for 4 days (30 minutes/day). The evaluation showed improved activity tolerance, indicated by reduced fatigue and increased ability to perform light activities, although the problem was not fully resolved. In conclusion, nursing care was effective in improving activity tolerance, and patients are advised to balance activity and rest. Keywords: CKD, Activity Intolerance, Nursing Care ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.S DENGAN INTOLERANSI AKTIVITAS AKIBAT GAGAL GINJAL KRONIS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKEMAS DAWAN I (Laporan kasus di Banjar Tengah, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Kabupaten pada tahun 2026) ABSTRAK Intoleransi aktivitas terjadi akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen yang ditandai dengan mudah lelah, lemas, serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien sehingga memerlukan penanganan melalui asuhan keperawatan. Tujuan laporan kasus ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan intoleransi aktivitas akibat gagal ginjal kronis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Dawan I. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi selama lima hari. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami penurunan berat badan, mudah lelah, lemas, dan pusing saat beraktivitas. Diagnosis keperawatan adalah intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. Intervensi meliputi manajemen energi, terapi aktivitas bertahap, serta edukasi pengaturan aktivitas dan istirahat selama 4 hari (30 menit/hari). Evaluasi menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas yang ditandai berkurangnya keluhan lelah dan meningkatnya kemampuan aktivitas ringan, meskipun masalah belum sepenuhnya teratasi. Kesimpulannya, asuhan keperawatan efektif meningkatkan toleransi aktivitas dan disarankan pasien mengatur aktivitas serta istirahat secara seimbang. Kata Kunci : GGK, Intoleransi Aktivitas, Asuhan Keperawatan

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: CKD, Activity Intolerance, Nursing Care GGK, Intoleransi Aktivitas, Asuhan Keperawatan
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Prodi D3
Depositing User: Diana Cloris
Date Deposited: 27 Jul 2026 01:33
Last Modified: 27 Jul 2026 01:33
URI: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/21816

Actions (login required)

View Item View Item