GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS SAWAN I KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI

WIDI MAWANI, MADE MELINIA (2026) GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS SAWAN I KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Denpasar.

[img] Text
HALAMAN_DEPAN_SKRIPSI.pdf

Download (856kB)
[img] Text
BAB_I_PENDAHULUAN_SKRIPSI.pdf

Download (233kB)
[img] Text
BAB_II_TINJAUAN_PUSTAKA_SKRIPSI.pdf

Download (165kB)
[img] Text
BAB_III_KERANGKA_KONSEP_SKRIPSI.pdf

Download (252kB)
[img] Text
BAB_IV_METODE_PENELITIAN_SKRIPSI.pdf

Download (168kB)
[img] Text
BAB_V_PEMBAHASAN_SKRIPSI.pdf

Download (772kB)
[img] Text
BAB_VI_PENUTUP_SKRIPSI.pdf

Download (114kB)
[img] Text
LAMPIRAN_SKRIPSI.pdf

Download (3MB)

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang dan masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan Kesehatan, karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas anak di masa depan. Angka stunting di Kabupaten Buleleng tahun 2024 mencapai 14,8%. Prevalensi stunting tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Sawan I, tercatat 3,43% dan menurun 2,96% tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko kejadian stunting berdasarkan pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang stunting, riwayat imunisasi, dan pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilaksanakan bulan Oktober–November 2025 di Wilayah Kerja Puskesmas Sawan I. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita stunting dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan ibu tentang stunting yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta buku KIA. Analisis data menggunakan univariat untuk mengetahui proporsi stunting. Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting terjadi pada ibu dengan tingkat pendidikan dasar (54,1%), tingkat pengetahuan baik (88,5%), riwayat imunisasi belum lengkap (62,3%), dan pendapatan ≤UMK Buleleng (65,6%). Simpulan bahwa pendidikan ibu, pengetahuan ibu, riwayat imunisasi dan pendapatan keluarga berperan sebagai faktor risiko tidak langsung yang mempengaruhi kejadian stunting. Saran penguatan edukasi gizi, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap, serta intervensi lintas sektor.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stunting, faktor risiko, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, imunisasi, pendapatan keluarga
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Jurusan Kebidanan > Prodi D4
Depositing User: Agustiari Desak Anom Kutha
Date Deposited: 29 May 2026 00:15
Last Modified: 29 May 2026 00:15
URI: http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/id/eprint/19853

Actions (login required)

View Item View Item